Kamis, 29 Maret 2012

Ketenangan Hati Dan Pikiran


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan. Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya. Namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya."
 

“Hati di katakan baik bila di isi dengan takwa, tawakal, tauhid, dan ikhlas kepadanya dalam semua amalan”

Bila tidak ada sifat-sifat tersebut, berarti hati dalam keadaan rusak. Hati ibarat burung dalam sangkar , ibarat biji dalam kelopak, dan ibarat harta dalam gudang. Yakni ia seperti burung bukan sangkar, ibarat biji bukan kelopak, dan seperti harta bukan gudangnya. Ya Allah sibukkan anggota badan kami untuk mentaati-mu dan sibukkan hati kami untuk mengenalimu sepanjang hidup kami siang dan malam. Masukkan kami dalam golongan orang-orang salih, sebagaimana Engkau berikan karunia kepada orang - orang terdahulu, berilah kami rezeki dengan sesuatu yang telah engkau berikan kepada mereka. Engkau untuk kami sebagaimana engkau untuk mereka.

Hati Yang Tulus, Niat Yang Baik

Saya percaya jika kita melakukan segala sesuatunya dengan hati yang tulus dan niat yang baik, hasilnya akan kembali baik pada kita, karena dengan begitu energi positif yang kita punya akan semakin banyak keluar maka dari itu dalam kondisi apa pun "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.

"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan amal shalih melalui hartamu.

"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu."

"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu"

Hati yang mulia dan baik selalu mendapatkan tempat yang mulia di mata Allah. Hati yang baik mengantarkan kepada pemiliknya kepada perbuatan yang baik dan terpuji. Hati yang baik mendatangkan pahala dan karunia Allah tidak hanya untuk si pemiliknya, namun juga untuk seluruh umat manusia. Benarlah kata Rasulullah, "Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, kalau itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh".

Hati yang baik bukanlah sekedar karunia dari Allah yang diberikan kepada orang-orang tertentu saja, namun hati yang baik juga bisa didapatkan dengan latihan dan pendidikan. Salah satu cara untuk mendapatkan hati yang baik adalah dengan senantiasa membuka komunikasi hati dan Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Baik, maka siapapun yang selalu berkomunikasi kepdaNya akan mendapatkan pancaran kebaikan. Semoga kita diberi karunia hati yang baik, dan Allah selalu mengaruniai kita ilmu yang bermanfaat yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat
Bersihkan hati dan pikiran, bukankah kita adalah seperti apa yang kita pikirkan, keyakinannya adalah jika kita punya niat baik maka hasilnya pun akan baik, akan tetapi memang terkadang niat baik kita bisa menghasilkan sesuatu yang buruk, tapi yakinlah semuanya adalah semata - mata ujian darinya, seolah – olah hasil yang baik itu sedang ditabung terlebih dahulu dan akan dikembalikan ke kita pada saat yang tidak kita duga-duga.

Niat semua manusia bersumber dari hati, lalu lari ke pikiran kemudian diimplementasikan oleh seluruh anggota tubuh ,baik mulut, tangan, kaki, dan sebagainya bila sumbernya bersih maka semuanya akan bersih juga. Lihatlah... begitu indah kreasi Allah Subhanahu Wata'aala, dengan keluasan ilmu dan kekuasaan Nya dalam ke Maha mengaturan Nya.

"Ya Allah ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah.

Ya Allah ya Rabb, bukakanlah keatas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah keatas kami khazanah rahmat-Mu, Wahai Tuhan Rabbul Izzati yang maha pemurah lagi maha penyayang, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku, Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, terimalah pemohonanku Ya Rabb. Aamiin. . Aamiin.. Ya Rabbal 'Alamiin

Sabtu, 24 Maret 2012

Hidup ini sebenarnya perumpamaan seperti program di komputer... Bila hidup kita ingin lancar dan bebas virus maka:

... • DELETE semua file KEMAKSIATAN

• INSTALL anti- VIRUS NAFSU & SYAITHAN


• RESTART kehidupanmu dengan KEBERKAHAN & KASIH-Nya


• REFRESH peribadi kita dengan AKHLAQ MULIA


• DOWN LOAD sifat2 TAAT & TAQWA


• UPLOAD tingkah laku yang BENAR, JUJUR & IKHLAS


• Jangan meng-'UNDO' pengalaman BURUK & SEDIH


• LOADING semua dgn DOA & USAHA


• COPY & PASTE semua HIKMAH & ILMU yang bermanafaat


• ENTER sifat TAWAKKAL dan IHSAN


Semoga PROGRAM KOMPUTER KEHIDUPAN DUNIA kita akan berjalan LANCAR..


Sehingga berhasil memasuki PROGRAM KEHIDUPAN AKHIRAT yang serba OTOMATIS dan CANGGIH ..

Sembilan Hal yang Membuat Setan Pesta Pora

REPUBLIKA.CO.ID. Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu.
Sahabatku, Imam Ghazali mengajak kita untuk mengenali sembilan keadaan umat manusia yang membuat syetan "pesta pora" karena keberhasilan menggoda manusia
1. Terjadinya perceraian rumah tangga. Iblis sebagai pimpinan para syetan selalu memuji semua keberhasilan para syetan, tetapi Iblis akan membanggakan kelompok syetan yang berhasil menceraikan suami istri, "...syetan menggoda untuk menceraikan suami dengan istrinya (QS 2:102)
2. Durhaka pada orang tua
3, Perkelahian sampai membunuh atau terbunuh
4. Pecandu khamar -Narkoba (QS 5:90)
5. Tenggelam dalam dosa zina, terus menerus berzina
6. Ketagihan duit haram, seperti penipu, koruptor, perampok, rentenir dan sebagainya
7. "Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi" Angkuh dibarengi dengan sifat dengki, pemarah dan dendam kusumat (QS 31:18)
8. Menjadi dukun dan pengikut setia dukun
9. Puncak kegembiraan syetan, manusia mati dalam keadaan ma'siyat sampai mati kafir kepada Allah, "Sesungguhnya orang-orag kafir, dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya" (QS 2:161).

"Ya Allah lindungi kami dari nafsu ma'siyat dan godaan syetan yang terkutuk...aamiin".


REPUBLIKA.CO.ID. Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu.
Sahabatku, Imam Ghazali mengajak kita untuk mengenali sembilan keadaan umat manusia yang membuat syetan "pesta pora" karena keberhasilan menggoda manusia

1. Terjadinya perceraian rumah tangga. Iblis sebagai pimpinan para syetan selalu memuji semua keberhasilan para syetan, tetapi Iblis akan membanggakan kelompok syetan yang berhasil menceraikan suami istri, "...syetan menggoda untuk menceraikan suami dengan istrinya (QS 2:102)
2. Durhaka pada orang tua
3, Perkelahian sampai membunuh atau terbunuh
4. Pecandu khamar -Narkoba (QS 5:90)
5. Tenggelam dalam dosa zina, terus menerus berzina
6. Ketagihan duit haram, seperti penipu, koruptor, perampok, rentenir dan sebagainya
7. "Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi" Angkuh dibarengi dengan sifat dengki, pemarah dan dendam kusumat (QS 31:18)
8. Menjadi dukun dan pengikut setia dukun
9. Puncak kegembiraan syetan, manusia mati dalam keadaan ma'siyat sampai mati kafir kepada Allah, "Sesungguhnya orang-orag kafir, dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya" (QS 2:161).

"Ya Allah lindungi kami dari nafsu ma'siyat dan godaan syetan yang terkutuk...aamiin".

Allah Bersama Orang yang Sabar!


Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar."
[Fushilat:34-35]
Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang sabar:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. "
[Ali Imran:133-134]
Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyiarkan fitnah terhadap anaknya, Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, turun ayat Allah yang melarang itu:
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
[An Nuur:122]
Memaafkan orang bisa mendapat pahala dan lebih utama:
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."
[Asy Syuura:40]
"Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." [Asy Syuura:43]
"Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa."
[An Nisaa’:149]
Kadang dalam rangka taushiyah/dakwah orang sering berkata-kata buruk terhadap orang yang tidak sepaham. Padahal dalam surat Al Ashr kita diperintahkan untuk melakukannya dengan cara yang baik dan dengan kesabaran:
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
[Al Ashr:3]
Allah tidak suka dengan orang yang suka mencaci orang lain:
"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
[An Nisaa’:148]
Allah cinta dan bersama dengan orang-orang yang sabar:
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
[Al Anfaal:46]
Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar. Lihat bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada ummatnya yang jelas-jelas kafir:
"Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“
[Al Qalam:48]
Menjadi orang yang sabar memang sulit. Sangat sulit. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan bagi kita hingga bisa jadi orang yang sabar dan dekat denganNya.
Di bawah adalah doa agar diberi Allah kesabaran dan wafat dengan akhir yang baik (Husnul Khatimah) di mana kita bukan hanya dicintai Allah, tapi juga manusia:
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu” [Al A'raaf 126]

Selasa, 20 Maret 2012

Pesan Itu Tanda - Tanda Kekuasaan Allah


Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah (Kekuasaan Allah). Sesungguhnya Allah Maha Luas rahmat-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah:115)

Apakah Anda pernah mendengar pesan di dalam hati anda ? Apakah Anda menerima di dalam hati Anda ? Apakah pesan tersebut menyentuh jiwa Anda dengan energi cinta tanpa syarat dan pencerahan ? Jika demikian, Berkah dari Yang Maha Kuasa juga dikenal sebagai (Wahyu/Ilham/Karomah) yang mengalirkan perdamaian, ketertiban, kekayaan, sukses, pemberdayaan, kesehatan, pengetahuan, kebijaksanaan, dan keberuntungan dalam hidup anda tentunya berdasarkan dan berlandaskan Al Quran dan Sunnah. Hal ini bisa dimiliki oleh siapapun , kapanpun dan dimanapun serta dapat hilang kapansaja dan dimana saja , karena pada dasarnya hal itu semata - mata adalah merupakan tanda - tanda kekuasaan-Nya.

Setiap hari dalam hidup kita, Sumber Energi Pencipta berbicara kepada setiap orang dan memasukkan setiap pesan - pesan penting dalam kehidupan dalam beberapa kasus hal ini bisa menjadi kekuatan besar yang bisa memberikan kita panduan dalam menjalani kehidupan, sedang selebihnya adalah pesan-pesan lembut yang harus kembali kita seleksi karena terkadang syeitan dengan mudah memasukkan hal itu ke dalam hati kita. meskipun pada dasarnya itu semua adalah atas izin dan kehendak-Nya.

Pesan-pesan yang penting dan bermanfaat adalah pesan yang selalu menginspirasi kita untuk menjadi lebih dan menciptakan kehidupan yang lebih. Jauh di dalam jiwa kita, itu adalah keinginan terbesar dari setiap manusia untuk menjadi lebih dan untuk menciptakan kehidupan yang lebih dan memberi kita sukacita. Kita semua ingin menjadi penumbuh kreativitas dan kita pastinya ingin melakukannya dengan baik dan benar, serta mengarahkan manusia kepada menjalani kehidupan sesuai dengan aturan-Nya.

Sebagian dari kita mungkin begitu sibuk sepanjang hari sehingga tidak bisa mendengar pesan dalam hati kita dan ini adalah salah satu alasan mengapa bimbingan rohani dalam masyarakat kita sangat penting yang sepenuhnya terbuka untuk menerima pesan-pesan Ilahi yang lebih banyak dimasukkan kedalam hati berupa satir - satir lembut (bisikan/wahyu/Ilham/karomah) dan kemudian memberikan kita jalan / petunjuk dalam mejalani kehidupan yang mana kita bisa berbagi dengan mereka yang bersedia untuk mendengar atau kita juga bisa menyimpan untuk diri kita sendiri, adalah hal itu tergantung dan terserah kepada setiap individu.

Pesan-pesan ini adalah pandangan ke depan akan segala sesuatu yang signifikan untuk setiap zaman serta tentang segala sesuatu yang harus dilakukan dan segala sesuatu yang harus dihindari. Pesan-pesan ini memberikan wawasan untuk apa yang terjadi di zaman kita dan bagaimana hal itu mempengaruhi setiap sendi kehidupan. Ini adalah hadiah dan berkah dari Yang Maha Kuasa. Berkah kesucian dapat dimiliki oleh siapa saja dan memang sejatinya telah dimiliki oleh setiap manusia sehingga kita dilengkapi dengan kebijaksanaan Ilahi dan pengetahuan.

Selanjutnya, pesan yang berupa berkah dan petunjuk dari Yang Maha Kuasa adalah pesan yang memancarkan kekuatan pandangan ke depan dalam menjalani kehidupan. Dengan bimbingan Ilahi dan kebijaksanaan, Anda dapat mengatur niat anda untuk memberdayakan setiap sendi kehidupan dengan mengetahui dimana dan kemana serta apa yang harus anda lakukan tentunya dengan harus terus fokus pada Yang Maha Kuasa dengan menyelaraskan pikiran, visualisasi, dan doa.

Kekuatan pandangan ke depan dan nubuat dapat menghilangkan setiap kekhawatiran dan kesedihan atau ketakutan, karena sebagian besar ketakutan seringkali berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui, yang selanjutnya akan menumbuhkan Iman disertai dengan kebijaksanaan dan pengetahuan. Dan dengan kebijaksanaan dan pengetahuan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kita bisa menjadi lebih dinamis dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Sehingga Tidak ada lagi kekhawatiran dan tidak ada kesedihan serta ketakutan , karena dalam diri mereka yang telah mengetahui dan atau memiliki serta menempuh jalan kepada-Nya akan senantiasa bertawakkal dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa , Allah Subhanahu Wata'ala.


Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (Ilmu dan Kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Al Baqarah : 255

Dalam Al Quran, Allah mengajak manusia agar tidak mengikuti secara buta kepercayaan dan norma-norma yang diajarkan masyarakat, agar merenung dengan terlebih dahulu menyingkirkan segala prasangka, hal tabu, dan batasan yang ada dalam pikiran mereka. Manusia harus memikirkan bagaimana ia menjadi ada, apa tujuan hidupnya, mengapa ia akan mati, dan apa yang terjadi setelah kematian. Ia hendaknya mempertanyakan bagaimana dirinya dan seluruh alam semesta ini menjadi ada dan bagaimana keduanya terus-menerus ada. Selagi melakukan hal ini, ia harus membebaskan dirinya dari segala ikatan dan prasangka.

Jika seseorang berpikir-dengan membebaskan akal dan nuraninya dari segala ikatan sosial, ideologis, dan psikologis-pada akhirnya ia akan merasakan bahwa seluruh alam semesta, termasuk dirinya, telah diciptakan oleh sebuah kekuatan Yang Maha Besar. Bahkan ketika mengamati tubuhnya sendiri atau segala sesuatu di alam, ia akan melihat adanya keserasian, perencanaan, dan kebijaksanaan dalam perancangannya dan ke-Maha Mengaturan Nya.

Al Quran memberikan petunjuk kepada manusia dalam masalah ini. Dalam Al Quran, Allah memberitahukan apa yang hendaknya kita renungkan dan kita amati. Dengan cara perenungan yang diajarkan dalam Al Quran, seseorang yang beriman kepada Allah akan dapat lebih baik merasakan kesempurnaan, hikmah abadi, ilmu, dan kekuasaan Allah dalam ciptaan-Nya. Jika seorang beriman mulai berpikir sesuai dengan cara-cara yang diajarkan dalam Al Quran, ia pun segera menyadari bahwa seluruh alam semesta adalah sebuah tanda karya seni dan kekuasaan Allah, dan bahwa "alam semesta adalah karya seni, dan bukan pencipta karya seni itu sendiri." Setiap karya seni memperlihatkan keahlian pembuatnya yang khas dan unik, serta menyampaikan pesan-pesannya.

Dalam Al Quran, manusia diseru untuk merenungi berbagai kejadian dan benda alam, yang dengan jelas memberikan kesaksian akan keberadaan dan keesaan Allah beserta sifat-sifat-Nya. Dalam Al Quran, segala sesuatu yang memberikan kesaksian ini disebut "tanda-tanda", yang berarti "bukti yang teruji kebenarannya, pengetahuan mutlak, dan pernyataan kebenaran." Jadi, tanda-tanda kebesaran Allah terdiri atas segala sesuatu di alam semesta ini yang memperlihatkan dan menyampaikan keberadaan dan sifat-sifat Allah. Orang-orang yang dapat mengamati dan senantiasa ingat akan hal ini akan memahami bahwa seluruh jagat raya tersusun hanya dari tanda-tanda kebesaran dan Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala.

Sungguh, adalah kewajiban bagi manusia untuk dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan demikian, orang tersebut akan mengenal Sang Pencipta yang menciptakan dirinya dan segala sesuatu yang lain, menjadi lebih dekat kepada-Nya, menemukan makna keberadaan dan hidupnya, dan menjadi orang yang beruntung dunia dan akhirat.

Bersyukurlah Atau ........


Bukan hanya atas nikmat yang kau terima.
Bukan hanya karena berbagai kemudahan yang kau rasakan.
Bukan pula terbatas pada rizki, harta, tahta yang kau miliki.

Namun bersyukurlah atas hati yang tergetar ketika disebutkan nama Allah.
Hati yang senantiasa merindu, pasrah dan tunduk kepada-Nya.

Bersyukurlah, Atas hati yang hidup.... dan selalu mengingat-Nya
Mengagungkan nama-Nya dan bertasbih kepada-Nya.
Dalam harap dan cemas, ku berpasrah kepada-Mu ya Allah

Laa haula walaa quwwata illa billah

Membaca nikmat Allah

Jika kita telusuri lebih mendalam, maka akan kita temukan begitu banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada umat manusia, dan karena saking banyaknya pemberian Allah Suhanahu Wata'ala tersebut, sehingga mereka tidak akan mampu menghitungnya, Allah SWT berfirman:

وَآَتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari nikmat Allah”. (Ibrahim:34)

Adapun beberapa nikmat yang nampak di hadapan manusia dan dirasakan olehnya adalah sebagai berikut;

- Nikmat menjadi manusia sebagai makhluk yang sempurna;
- Nikmat mampu berkomunikasi
- Nikmat hidup bersama alam
- Nikmat Rezki
- Nikmat sehat; baik sehat fisik dan sehat batin
- Nikmat Al-Qur’an
- Nikmat memiliki keturunan
- Nikmat rasa aman
- Nikmat Islam dan nikmat-nikmat lainnya.

Pembagian syukur :

1. Syukur i’tiqadi; syukur dalam mengapresiasi nikmat iman yang telah Allah anugerahkan kepada manusia, melalui pengenalan diri kepada sifat dan asma Allah, dan mengapresiasi segala nikmat Allah SWT dengan terus komimtmen dan istiqamah pada jalan dan petunjuk Allah SWT.

2. Syukur qauli; syukur dalam mengapresiasi segala nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada manusia melalui lisan dan ucapan, membaca doa pada setiap kali mengakhiri perbuatan.

3. Syukur amali; syukur dalam rangka mengamalkan ibadah yang telah diperintahkan Allah dengan sebaik-baiknya, menggunakan harta yang telah diberikan pada jalan yang disyariatkan dan tidak menghamburkannya serta tidak dijadikan untuk menghalangi orang yang berjalan di jalan kebenaran.

Langkah-langkah menghadirkan nikmat Allah di dalam jiwa :

1. Mengenal Allah dan sifat-sifat-Nya

2. Mengenal kadar dan nilai nikmat yang diberikan

3. Memandu hadirnya nikmat dengan melaksanakan amalan doa dan dzikir


Syukur akan berbuah nikmat

Allah SWT sungguh penyayang. Nikmat yang diberikan kepada kita akan Dia tambah berbanding lurus dengan apresiasi kita terhadap nikmat-Nya… karenanya Allah SWT mengingatkan kepada manusia dalam firman-Nya:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد

“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim:7)

Telah banyak disebutkan berulang-ulang oleh Allah SWT dalam Al Qur-an hingga puluhan kali, untuk menyatakan bahwa Allah SWT telah begitu banyak menyebutkan berbagai nikmat, sehingga tidak ada bagi seorang manusia untuk mengingkarinya kecuali harus bersyukur dan bersyukur.

Tertipu Kehidupan Dunia

Tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah mereka dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'atselain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka disediakan minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. 


Al An'aam : 70

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu

QS. Al-Hadid: 20

Tatkala orang-orang yang mempunyai keutamaan lagi berakal mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghinakan dunia, mereka pun enggan untuk tenggelam dalam kesenangannya. Apa lagi mereka mengetahui bahwa Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup di dunia penuh kezuhudan dan memperingatkan para shahabatnya dari fitnah dunia. Mereka pun mengambil dunia sekedarnya dan mengeluarkannya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebanyak- banyaknya. Mereka ambil sekedar yang mencukupi dan mereka tinggalkan yang melalaikan.

Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Di mana nanti kita berada -surga atau neraka- akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia; yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berakhir pada waktu kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah kita mati.

Seseorang yang berhasil mengumpulkan pahala yang banyak, tempatnya kelak adalah di surga. Sedangkan bagi yang lalai, tidak diragukan lagi, ia akan berada di tempat sebaliknya, yaitu neraka. Jadi, surga adalah merupakan puncak hadiah yang akan diraih oleh manusia. Dan untuk mendapatkan hadiah puncak ini, tentu saja tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan kita dalam mematuhi “aturan main” yang dibuat-Nya.

Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu, batil, dan sekadar permainan, sebagaimana tertulis didalam kitab-Nya. Yang dimaksud sekadar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. Ayat ini juga menunjukkan bahwa dunia adalah perhiasan, dan orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak, harta-benda, kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Al Hadiid : 20


Allah menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu, kering dan pada akhirnya mati. Demikianlah kenikmatan dunia, yang pasti pada saatnya akan punah dan binasa. Maka barangsiapa mengambil pelajaran dari permisalan yang disebutkan di atas, akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna. Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah adalah lebih kekal, dan akhirat itu lebih baik dan utama. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya, maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagian dunia akhirat.

Kelak semua manusia akan melintasi jembatan yang di bawahnya terdapat neraka, Jembatan ini dikenal dengan sebutan shiratha’l-mustaqim. Kelak bakal ada yang melewatinya secepat kilat, ada juga yang berlalu seperti angin atau sekencang larinya kuda, dan ada pula yang secepat terbangnya burung. Namun di samping itu, ada juga yang berjalan biasa atau yang merangkak hingga hangus menjadi arang. Bahkan ada yang tersandung sehingga terjatuh ke dalam neraka. Perbedaan cara ini dikarenakan perbedaan sikap hidup selama di dunia, yaitu apakah selalu taat, atau sering membangkang pada aturan main-Nya. Shiratha’l mustaqim bukanlah jembatan seperti di dunia yang dapat ditempuh dengan kekuatan fisik atau kaki, tetapi jembatan ini hanya dapat diseberangi dengan kekuatan hati. Hati yang selalu membangkang ibarat sepasang kaki yang lumpuh (pincang), sedangkan hati yang selalu taat pada aturan main-Nya ibarat sepasang kaki seorang pelari ulung.